Website Seputar Tentang Kesehatan dan Rumah sakit

Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat GERD & Jantung

Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat GERD & Jantung

Nyeri dada sering menimbulkan kekhawatiran, terutama karena dapat terkait masalah jantung. Namun, tidak semua rasa nyeri di dada berasal dari jantung. Salah judi bola satu penyebab umum lain adalah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit refluks asam lambung. Membingungkan kedua kondisi ini bisa berisiko, karena penanganannya sangat berbeda. Dokter menjelaskan bagaimana cara membedakan nyeri dada akibat GERD dan masalah jantung secara aman.

Gejala Nyeri Dada Akibat GERD

Nyeri dada akibat GERD biasanya muncul karena naiknya asam lambung ke kerongkongan. Dokter menyatakan, ciri khasnya meliputi rasa terbakar atau panas di dada, yang dikenal sebagai heartburn. Rasa ini sering muncul setelah makan besar, terutama makanan pedas, berlemak, atau asam.

Selain itu, pasien mungkin merasakan slot depo 10k gacor regurgitasi, yaitu sensasi asam atau makanan naik ke tenggorokan. Nyeri akibat GERD cenderung memburuk saat berbaring atau menunduk dan sering membaik saat berdiri atau mengonsumsi antasida. Beberapa orang juga melaporkan batuk kering, suara serak, atau sensasi tersedak karena refluks yang berlangsung lama.

Gejala Nyeri Dada Akibat Masalah Jantung

Sebaliknya, nyeri dada yang berasal dari jantung biasanya lebih serius dan membutuhkan penanganan cepat. Dokter kardiologi menjelaskan, gejala umum termasuk rasa tertekan, diremas, atau tertindih di dada bagian tengah atau kiri. Nyeri sering menjalar ke lengan kiri, bahu, rahang, atau punggung.

Selain itu, pasien mungkin mengalami sesak napas, berkeringat dingin, mual, atau pusing. Nyeri jantung sering muncul saat melakukan aktivitas fisik atau sedang stres, dan jarang membaik dengan posisi tubuh atau antasida. Hal ini menjadi perbedaan penting dari nyeri GERD yang biasanya lebih dipengaruhi posisi dan makanan.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Dokter menekankan pentingnya tidak menyepelekan nyeri dada. Jika muncul nyeri tiba-tiba yang parah, disertai sesak napas, pusing, atau berkeringat dingin, segera hubungi unit gawat darurat. Kondisi ini bisa menjadi tanda serangan jantung yang memerlukan pertolongan medis segera.

Untuk nyeri yang lebih ringan dan dicurigai akibat GERD, pasien disarankan berkonsultasi ke dokter umum atau gastroenterologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan bila perlu, tes tambahan seperti EKG, endoskopi, atau tes asam lambung untuk memastikan penyebabnya.

Cara Mencegah Nyeri Dada Akibat GERD

Selain diagnosis, dokter juga menekankan pentingnya pencegahan GERD untuk mengurangi nyeri dada yang salah dikira masalah jantung. Beberapa langkah yang bisa dilakukan meliputi:

Langkah-langkah ini efektif menurunkan frekuensi nyeri dada akibat GERD dan membantu membedakannya dari masalah jantung.

Kesimpulan

Nyeri dada bisa berasal dari GERD maupun masalah jantung. Perbedaan utama terletak pada gejala tambahan, pemicu, dan respons terhadap posisi atau obat. GERD sering menyebabkan sensasi terbakar yang memburuk setelah makan, sementara nyeri jantung lebih menekan, menyebar, dan disertai gejala sistemik.

Segera konsultasikan ke dokter bila nyeri tidak hilang atau muncul tanda bahaya. Diagnosis tepat membantu mencegah risiko serius dan memberikan penanganan yang sesuai. Dengan memahami gejala, setiap orang dapat membedakan nyeri dada akibat GERD dan jantung secara lebih aman.

Exit mobile version